TUGAS PENDAHULUAN M4 P1





Tugas Pendahuluan 1 Modul 4
(Percobaan 1 Kondisi 5)
1. Kondisi[Kembali]

Buatlah rangkaian seperti gambar percobaan 1 dengan menggunakan D flip flop

2. Gambar Rangkaian Simulasi[Kembali]










3. Video Simulasi[Kembali]











4. Prinsip Kerja [Kembali]

Rangkaian percobaan 1 kondisi 5 ialah rangkaian shift register menggunakan 4 buah IC 7474 yaitu D flip-flop. Terdapat 7 buah switch SPDT dimana SW1 sampai SW4 masing-masingnya dihubungkan ke kaki Set pada D flip-flop, SW7 dihubung paralel pada setiap kaki Reset pada D flip-flop, SW5 dihubungkan ke kaki input pertama gerbang AND, dan SW6 dihubungkan ke kaki input D flip flop pertama.

    Rangkaian percobaan 1 merupakan shift register SISO (Serial In Serial Out) yaitu terdapat satu input dan satu output.  Pada jenis register ini data mengalami pergeseran, dimana flip flop pertama menerima masukan dari input, sedangkan flip flop kedua menerima masukan dari flip flop pertama dan seterusnya. Terjadinya pergeseran input masukan logika pada rangkaian ini berarti register geser ini dapat menyimpan memori sementara pada saat pergeseran masukan.

    Input clock pada setiap flip-flop berasal dari output gerbang AND yaitu pada kaki inputnya pertama dari SW5 yang dihubungkan ke power, berarti berlogika 1 dan kaki input kedua berasal dari clock. Untuk input pada kaki R dan S ialah aktif low dimana akan aktif ketika diberi logika 0, namun pada kondisi kita akan menonaktifkan kaki R dan S sehingga diberi input logika 1 pada setiap flip-flop. Untuk input pada kaki D flip flop pertama terhubung ke SW6 dengan input 1 atau 0 dan akan mempengaruhi output Q nya, untuk input D flip flop selanjutnya dari output Q flip flop sebelumnya, begitu seterusnya hingga flip flop terakhir. 


5. Download [Kembali]

  • Download HTML [klik disini]
  • Download Rangkaian Simulasi [klik disini]
  • Download Video Simulasi [klik disini]
  • Download Datasheet J-K Flip- Flop [klik disini]

  • Shift Register dan Seven Segment



     

    Modul IV
    Shift Register dan Seven Segment

    1. Tujuan [kembali]

    1.  Merangkai dan Menguji operasi logika dari counter asyncron dan counter syncronous.
    2. Merangkai dan Menguji aplikasi dari sebuah Counter.


    2. Alat dan Bahan [kembali]
    1. Panel DL 2203D 
    2. Panel DL 2203C 
    3. Panel DL 2203S 
    4. Jumper




     3. Dasar Teori [kembali]


    Shift Register
    Register geser (shift register) merupakan salah satu piranti fungsional yang banyak digunakan dalam sistem digital. Tampilan pada layar kalkulator dimana angka bergeser ke kiri setiap kali ada angka baru yang diinputkan menggambarkan karakteristik register geser tersebut. Register geser ini terbangun dari flip-flop. Register geser dapat digunakan sebagai memori sementara, dan data yang tersimpan didalamnya dapat digeser ke kiri atau ke kanan. Register geser juga dapat digunakan untuk mengubah data seri ke paralel atau data paralel ke seri. Ada empat tipe register yang dapat dirancang dengan kombinasi masukan dan keluaran dan kombinasi serial atau paralel :
    1. Serial in serial out (SISO)  
    Pada register SISO, jalur masuk data berjumlah satu dan jalur keluaran juga berjumlah satu. Pada jenis register ini data mengalami pergeseran, flip flop pertama menerima masukan dari input, sedangkan flip flop kedua menerima masukan dari flip flop pertama dan seterusnya.

     
    Gambar 4.1 Serial In Serial Out

    2. Serial in paralel out (SIPO)  
    Register SIPO, mempunyai satu saluran masukan saluran keluaran sejumlah flip flop yang menyusunnya. Data masuk satu per satu (secara serial) dan dikeluarkan secara serentak (secara paralel). Pengeluaran data dikendalikan oleh sebuah sinyal kontrol. Selama sinyal kontrol tidak diberikan, data akan tetap tersimpan dalam register.
     
    Gambar 4.2 Serial In Paralel Out

    3. Paralel In Serial Out (PISO)  
    Register PISO, mempunyai jalur masukan sejumlah flip flop yang menyusunnya, dan hanya mempunyai satu jalur keluaran. Data masuk ke dalam register secara serentak dengan di kendalikan sinyal kontrol, sedangkan data keluar satu per satu (secara serial).
     
    Gambar 4.3 Paralel In Serial Out
     
    4. Paralel In Paralel Out (PIPO)  
    Register PIPO, mempunyai jalur masukan dan keluaran sesuai dengan jumlah flip flop yang menyusunnya. Pada jenis ini data masuk dan keluar secara serentak.  
      
    Gambar 4.4 Paralel In Paralel Out

                                                Shift Register
    Piranti tampilan modern disusun sebagai pola 7-segmen atau dot matriks. Jenis 7segmen, sebagaimana namanya, menggunakan pola tujuh batang yang disusun membentuk angka 8 seperti ditunjukkan pada gambar 3.1. Menurut kesepakatan, huruf-huruf yang diperlihatkan dalam Gambar 3.1 ditetapkan untuk menandai segmen-segmen tersebut. Dengan menyalakan beberapa segmen yang sesuai akan dapat diperagakan digit-digit dari 0 sampai 9,  juga bentuk huruf A sampai F (heksadesimal).
    Sinyal input dari switches tidak dapat langsung dikirimkan ke peraga 7segmen, sehingga harus menggunakan decoder BCD ke 7-segmen sebagai antar muka. Decoder ini terdiri dari gerbang-gerbang logika yang masukannya berupa digit BCD dan keluarannya berupa saluran-saluran untuk mengemudikan tampilan 7-segmen.

     
    Gambar 4.5 Rangkaian Seven Segment Common Katoda

    Gambar 4.6 Rangkaian Seven Segment Common Anoda

    Laporan akhir 3 modul 2





    Laporan Akhir 2
    Percobaan 2a dan 2b Modul 3

    1. Jurnal[Kembali]









    2. Alat dan Bahan[Kembali]

    Jumper
    Gambar 1. Jumper

    Panel DL 2203D 
    Panel DL 2203C 
    Panel DL 2203S
    Gambar 2. Modul De Lorenzo




    3. Rangkaian[Kembali]






    4. Prinsip Kerja[Kembali]

    Pada IC 74LS90 ini terdapat 2 inputan clock yang mempengaruhi/mengirimkan sinyal menuju IC 74LS47 yang mana akan merubah output dari IC 74LS90 yang berupa sinyal dan akan ditampilkan pada logicprobe. Tiap saklar yang di hidupkan atau berubah inputan 1/0 akan mempengaruhi output pada IC 74LS90, lalu akan menuju input seven common anoda segment dan akan di ubah sesuai sinyal/input yang masuk, dan outputnya akan berupa angka pada seven common anoda segment.


    5. Video Percobaan[Kembali]





    6. Analisis[Kembali]

    1. Analisa kenapa output percobaan 2a mengcounter tidak beraturan ?
    Diketahui pada percobaan 2a, pada rangkaian IC 74LS90 dan IC 7493 clock A dan B ada di satu Sumber clock yang sama sehingga output Kedua IC counter 74LS90 dan 7493 tidak beraturan, ini karena clock mempengaruhi kedua CKA and CKB dari masing2 counter yang membuat mereka aktif bersamaan. Ketika ini terjadi counter menghitung dari tiga, enam, dan seterusnya. Ini disebut dengan lompat tiga.

    2. Analisa kenapa output percobaan 2b dapat mengcounter secara beraturan?
    Pada percobaan, CKB dari counter dihubungkan ke output dari CKA. Hal ini menyebabkan output dari CKB dipengaruhi oleh CKA, karena itu ketika menjalankan rangkaian counter akan menghitung dari 0,1,2,3 secara beraturan hingga batas maksimum nya yang kemudian akan reset ke 0 dan menghitung kembali.

    3. Analisa kenapa output pada percobaan 2b pada IC 74LS90 hanya bisa mengcounter sampai 9 ? 
    Pada datasheet IC 74LS90, rangkaian dalam IC ini yaitu terdapat 3 JK Flip-flop dan 1 RS Flip-Flop sehingga output nya tidak sampai 15 karena tidak menggunakan JK flip-flop. Hal ini berbeda karena cara kerja RS Flip-Flop tidak sama dengan JK flip-flop sehingga output maksimum yaitu 1001 dalam desimal yaitu 9

    4. Analisa kenapa output pada percobaan 2b pada IC 7493  bisa mengcounter sampai 15 ? 
    Pada datasheet IC 7493, rangkaian dalam IC ini terdapat 4 JK Flip-Flop sehingga sesuai dengan Percobaan 1 coutput yang dihasilkan maksimum Sampai 1111 dalam desimal 15.






    7. Download[Kembali]

    Rangkaian Proteus [Disini]
    Video Simulasi [Disini]
    HTML [Disini]
    Datasheet switch [Disini]
    Datasheet IC 74LS90 [Disini]
    Datasheet IC 7493 [Disini]


    Laporan akhir 1 Modul 3





    Laporan Akhir 1
    Percobaan 1 Modul 3

    1. Jurnal[Kembali]







    2. Alat dan Bahan[Kembali]

    Jumper
    Gambar 1. Jumper

    Panel DL 2203D 
    Panel DL 2203C 
    Panel DL 2203S
    Gambar 2. Modul De Lorenzo




    3. Rangkaian[Kembali]




    4. Prinsip Kerja[Kembali]

    Pada percobaan 1 ini merupakan percobaan Asynchronus Binary Counter dengan 4 bit yaitu dimana menggunakan 4 buah J-K Flip-Flop yang input J dan K nya dihubungkan menjadi 1 ke power sehingga menjadi T Flip-Flop. Ketika J-K dihubungkan ke power maka input J-K adalah logika 1 maka J-K mengalami kondisi toggle (berlawanan) dan karena inputnya juga diberi input clock yang dimana clock nya terdapat bulatan di depannya maka clock akan aktif pada saat kondisi fall time yaitu kondisi dimana clock akan mentrigger pada saat 1 ke 0, sehingga outputnya akan mengalami perubahan.

    Karena clock mentrigger pada saat kondisi fall time, maka ketika input J-K nya 1 maka output Q akan 0, namun clock hanya mempengaruhi flip-flop pertama saja, sedangkan flip-flop kedua ketiga dan keempat itu clock nya bergantung dari output Q flip-flop sebelumnya. Sehingga setelah melakukan beberapa percobaan maka pada percobaan 1 ini counter akan mengalami counter up dari 0 sampai F.


    5. Video Percobaan[Kembali]





    6. Analisis[Kembali]

    1. Analisa apa yang terjadi pada rangkaian percobaan 1 ketika input SR nya dihubungkan ke ground ketika SR aktif low ?

    Diketahui rangkaian percobaan 1 menggunakan 4 JK flip flop yang dimana pada kaki SR adalah aktif low. Ketika kedua kaki disambungkan ke ground maka akan bersifat aktif low. Ketika ini terjadi terlihat pada rangkaian bahwa rangkaian berada pada posisi SET. Ini terjadi karena pada logika 0 maka output Q dan Q bar akan berlogika 1 yang dimana logika ini tidak dapat ditentukan. Jadi ketika rangkaian active low semua logic probe akan menyusun angka 1111 atau dalam desimal berarti 15.

    2. Apa yang terjadi jika output Q bar masing" flip flop dihubungkan ke input clock flip flop selanjutnya ?
    Pada rangkaian, ketika output Q bar masing masing dihubungkan ke flop, maka counter akan menghitung nilai maksimumnya yaitu 1111 atau 15, sehingga counter akan memulai dari 15 lalu sampai 0 yang dimana ini disebut counter down.



    7. Download[Kembali]

  • Download HTML [klik disini]
  • Download Rangkaian Simulasi [klik disini]
  • Download Video Simulasi [klik disini]
  • Download Datasheet IC74LS112 [klik disini]

  • TUGAS PENDAHULUAN M3 P2





    Tugas Pendahuluan 1 Modul 3
    (Percobaan 2 Kondisi 2)
    1. Kondisi[Kembali]

    Buatlah gambar seperti percobaan 2, ganti probe dengan LED, biasa dan ubah bsar sumber menjadi 3.3V

    2. Gambar Rangkaian Simulasi[Kembali]


    Percobaan 2a




    Percobaan 2b





    3. Video Simulasi[Kembali]












    4. Prinsip Kerja [Kembali]

    Pada eksperimen ini, kita diminta untuk melakukan perancangan ulang rangkaian percobaan 2 dengan mengganti indikator output menjadi LED dan mengubah sumber tegangan menjadi 3.3 V.

    Rangkaian ini terdiri dari dua IC, yaitu 74LS90 dan 7493, serta enam saklar. Terdapat satu sumber input clock yang terhubung secara paralel ke masing-masing IC melalui input CKA dan CKB. Selain itu, sumber tegangan juga diubah menjadi 3.3 V.

    Ketika rangkaian ini beroperasi, perubahan pada LED yang sedang aktif dapat teramati. Input CKA hanya mempengaruhi output Q0, sementara input CKB mempengaruhi output Q1, Q2, dan Q3. jasi bisa dikatakan bahwa Perubahan ini bergantung pada nilai input clock yang diterapkan pada CKA dan CKB pada masing-masing IC. Rangkaian ini juga dilengkapi dengan empat tombol reset. Ketika R0(1) dan R0(2) aktif dengan level rendah (aktif low), keduanya tidak berfungsi, namun jika keduanya diaktifkan, maka mereka akan melaksanakan fungsi set. Sama halnya dengan R9, saat R9(1) dan R9(2) diaktifkan, fungsi reset akan berjalan. dan apabila hanya  R0(1) dan R9(1) makan counter akan tetap dilanjutkan karena walaupun ada 2 reset yang diaktifkan namun berbeda kelompok maka tidak akan mempengaruhi output pada rangkaian

    untuk rangkaian 2a dan 2b itu prinsipnya masih sama namun yang membedakan adalah pada rangkaian 2b input CKB itu berasal dari output Q0 


    5. Download [Kembali]

    Download video percobaan klik
    Download rangkaian percobaan 2 kondisi 6 klik
    Download data sheet IC 74LS90 klik
    Download datasheet IC 7493 klik
    Download HTML klik


    TUGAS PENDAHULUAN M3 P1





    Tugas Pendahuluan 1 Modul 3
    (Percobaan 1 Kondisi 9)
    1. Kondisi[Kembali]

    Buatlah rangkaian seperti pada gambar percobaan 1 dengan sumber 3,3V.

    2. Gambar Rangkaian Simulasi[Kembali]








    3. Video Simulasi[Kembali]










    4. Prinsip Kerja [Kembali]

    Pada percobaan 1 kondisi 9 ini, kita menggunakan 4 JK flip flop yang dimana input J dan K nya di satukan maka  akan menjadi T flip flop. Karena percobaan ini clock nya hanya dihubungkan pada flip flop pertama dan input selanjutnya bergantung kepada output sebelumnya maka dinamakan Counter Asynchronus. Pada percobaan ini clock akan mentrigger saat mengalami kondisi fall time (1 ke 0). Lalu karena J dan K bernilai 1 maka flip flop akan mengalami kondisi toggle atau berlawanan yang mana output Q nantinya akan berubah yaitu antara 1 dan 0. Dan dapat dilihat juga output Q pada flip flop pertama dihubungkan ke input clock pada flip flop kedua, maka clock nya akan mentrigger flip flop kedua pada saat kondisi fall time tadi.

    Sebagai contoh awal, semua output dari masing-masing flip flop adalah 0, lalu pada flip flop pertama karena J dan K bernilai 1 maka toggle, output Q1 akan bernilai 1, namun karena kondisi nya belum memenuhi karena syaratnya yaitu fall time maka output flip flop selanjutnya tetap 0. Lalu clock mentrigger lagi karena kondisi toggle maka output Q1 adalah 0, karena kondisinya memenuhi (fall time), maka clock juga mentrigger flip flop kedua sehingga output Q2 adalah 1. Karena pada Q2 mengalami kondisi rise time (0 ke 1) maka belum memenuhi kondisi untuk flip flop ketiga sehinigga output Q3 masih bernilai 0. Begitu seterusnya dan akan terus berlangsung sampai batas dari nilai bit nya yaitu 16.


    5. Download [Kembali]

  • Download HTML [klik disini]
  • Download Rangkaian Simulasi [klik disini]
  • Download Video Simulasi [klik disini]
  • Download Datasheet J-K Flip- Flop [klik disini]

  • Counter



     1. Tujuan [kembali]

    1. Merangkai dan Menguji operasi logika dari counter asyncron dan counter syncronous. 
    2. Merangkai dan Menguji aplikasi dari sebuah Counter


    2. Alat dan Bahan [kembali]
    1. Panel DL 2203D 
    2. Panel DL 2203C 
    3. Panel DL 2203S 
    4. Jumper




     3. Dasar Teori [kembali]


    Counter  
    Counter  adalah  sebuah  rangkaian  sekuensial  yang  mengeluarkan  urutan statestate tertentu, yang merupakan aplikasi dari pulsa-pulsa inputnya. Pulsa input dapat berupa pulsa clock atau pulsa yang dibangkitkan oleh sumber eksternal dan muncul pada interval waktu tertentu. Counter banyak digunakan pada peralatan yang berhubungan  dengan  teknologi  digital,  biasanya  untuk menghitung  jumlah kemunculan  sebuah  o kejadian/event  atau  untuk menghitung  pembangkit  waktu. Counter yang mengeluarkan urutan biner dinamakan Biner Counter. Sebuah n-bit binary counter terdiri dari n buah flip-flop, dapat menghitung dari 0 sampai 2n - 1 . Counter secara umum diklasifikasikan atas counter asyncron dan counter syncronous.   
    a. Counter Asyncronous   
    Counter  Asyncronous  disebut  juga Ripple Through  Counter  atau Counter Serial (Serial Counter), karena output masing-masing flip-flop yang digunakan akan bergulingan (berubah kondisi dan “0” ke “1”) dan sebaliknya secara berurutan atau langkah demi langkah, hal ini disebabkan karena hanya flipflop  yang  paling  ujung  saja  yang  dikendalikan  oleh  sinyal  clock, sedangkan sinyal clock untuk flip-flop lainnya diambilkan dan masing-masing flip-flop sebelumnya.

     

    Gambar 3.3 Rangkaian Counter Asyncronous
       
     

    b. Counter Syncronous   
    Counter syncronous disebut sebagai Counter parallel, output flipflop yang digunakan bergulingan secara serempak. Hal ini disebabkan karena masing-masing flip- flop tersebut dikendalikan secara serempak oleh sinyal clock.

     

                               Gambar 3.4 Rangkaian Counter Syncronous


    Modul 3 Communication

    [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Pendahuluan 2. Tujuan 3. Alat dan Bahan 4. Dasar Teori 5. Percobaan ...