MODUL I
GENERAL INPUT DAN OUTPUT
Sedangkan pada percobaan kedua bertujuan untuk merancang sistem kontrol jemuran otomatis yang memanfaatkan sensor cahaya (LDR) sebagai input untuk mendeteksi kondisi lingkungan. Sistem ini menggunakan mikrokontroler untuk mengolah data dari sensor dan mengendalikan posisi jemuran melalui aktuator berupa motor servo dengan memanfaatkan sinyal PWM. Pada kondisi yang diterapkan, ketika lingkungan terdeteksi terang maka jemuran akan berada di luar atap, saat kondisi cahaya sedang jemuran berada pada posisi setengah terbuka, dan ketika kondisi gelap jemuran akan masuk ke dalam atap. Melalui percobaan ini, diharapkan dapat dipahami konsep penggunaan ADC untuk pembacaan sensor, PWM untuk pengendalian aktuator, serta penerapan sistem otomatis berbasis kondisi lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
- Memahami cara penggunaan PWM, ADC, dan Interrupt pada Development Board yang digunakan
- Memahami cara menggunakan komponen input dan output yang mengimplementasikan PWM, ADC, dan Interrupt pada Development Board yang digunakan
Microcontroller | ARM Cortex-M3 |
Operating Voltage | 3.3 V |
Input Voltage (recommended) | 5 V |
Input Voltage (limit) | 2 – 3.6 V |
Digital I/O Pins | 32 |
PWM Digital I/O Pins | 15 |
Analog Input Pins | 10 (dengan resolusi 12-bit ADC) |
DC Current per I/O Pin | 25 mA |
DC Current for 3.3V Pin | 150 mA |
Flash Memory | 64 KB |
SRAM | 20 KB |
EEPROM | Emulasi dalam Flash |
Clock Speed | 72 MHz |
Microcontroller | STM32G474RE (ARM Cortex-M4F) |
Operating Voltage | 3.3 V |
Input Voltage (recommended) | 5 V via USB (ST-LINK) atau 7–12 V via VIN |
Input Voltage (limit) | 4.5 – 15 V (VIN board Nucleo) |
Digital I/O Pins | ±51 GPIO pins (tergantung konfigurasi fungsi) |
PWM Digital I/O Pins | Hingga 24 channel PWM (advanced, general-purpose, dan high- resolution timers) |
Analog Input Pins | Hingga 24 channel ADC (12-bit / 16-bit dengan oversampling) |
DC Current per I/O Pin | Maks. 20 mA per pin (disarankan ≤ 8 mA) |
DC Current for 3.3V Pin | Hingga ±500 mA (tergantung regulator & sumber daya) |
Flash Memory | 512 KB internal Flash |
SRAM | 128 KB SRAM (termasuk CCM RAM) |
Clock Speed | Hingga 170 MHz |
A. ADC
ADC merupakan perangkat elektronika yang berfungsi sebagai penghubung untuk mengubah sinyal masukan analog menjadi kode-kode digital agar dapat diproses oleh sistem digital
B. PWM
PWM adalah teknik modulasi yang dilakukan dengan cara mengubah lebar pulsa atau duty cycle sementara nilai amplitudo dan frekuensinya tetap konstan. Duty cycle sendiri merupakan perbandingan antara waktu kondisi tinggi (ON) dengan total periode satu siklus pulsa yang biasanya dinyatakan dalam bentuk persen. Sinyal PWM pada STM32 dihasilkan melalui blok timer internal yang dikonfigurasi untuk mengatur frekuensi dan duty cycle secara presisi, yang sangat berguna untuk mengontrol kecepatan motor maupun kecerahan LED
C. Interupt
Interrupt adalah mekanisme yang memungkinkan instruksi atau perangkat I/O untuk menghentikan sementara jalannya program utama agar prosesor dapat menangani kejadian tertentu yang memiliki prioritas lebih tinggi
D. STM32 NUCLEO-G474RE
STM32 NUCLEO-G474RE merupakan papan pengembangan (development board) berbasis mikrokontroler STM32G474RET6 yang dikembangkan oleh STMicroelectronics. Board ini dirancang untuk memudahkan proses pembelajaran, pengujian, dan pengembangan aplikasi sistem tertanam (embedded system), baik untuk pemula maupun tingkat lanjut. STM32 Nucleo-G474RE mengintegrasikan antarmuka ST-LINK debugger/programmer secara onboard sehingga pengguna dapat langsung melakukan pemrograman dan debugging tanpa perangkat tambahan.
Adapun spesifikasi dari STM32 NUCLEO-G474RE adalah sebagai berikut:
F. BAGIAN-BAGIAN PENDUKUNG
1. STM32 NUCLEO G474RE